Selasa, 19 Oktober 2010

:. Vespa Excel 2003

0 komentar

NGELUS EXCEL LAGI!

5821vespa-fadli-axl-1.jpgSebelum di bebek dan kini di supersport, M. Fadli memulai debutnya di ajang balap Vespa. Dia juga lahir dan dibesarkan di keluarga dan lingkungan pecinta skuter pinggul besar. Kini, Fadli kepincut ngelus Excel merah.

Terlebih beradaan skuter Italia tipe ini lagi gencar diburu pecinta juga pedagang. Selain sudah dijejali pengapian CDI, skuter semok ini juga dilengkapi eletrik stater. Jadi, gak repot ngengkol lagi, teng!

"Bentuk bodi sudah modern. Kapasitas mesin besar, juga cocok buat dioprek," jelas pembalap supersport yang musim kompetisi 2010 ini balap full seri di Asian GP.

Juru kebut tim Yamaha Star Motor ini sepertinya gatel kalau pakai motor gak diapa-apain. Langung aja jeroan dapur pacu Excel ini sudah dijejali part racing yang didatangkan langsung from Italia.

Lanjut, teng! Blok set sudah ganti pakai produk Polini. Mulai dari blok, silinder head sampai piston. "Blok punya 7 lubang transfer, kalo asli cuma 3," beber Fadli yang warga Cibinong itu.

Penggantian itu bikin kapasitas mesin yang semula 150 cc bengkak jadi 177 cc. Suplai bahan bakar ikut dibikin deras. Model intake pakai tipe racing Malossi dikawal red valve Boyesen.

Semula karburator yang disiapkan Dell’Orto tipe PHB 30 mm. Namun urung dipasang lantaran kesulitan cari spuyer yang cocok ketika seting. "Sementara pakai karbu Honda NSR SP Keihin 28 mm," jelas Fadli yang kriting itu.

5823vespa-fadli-axl-3.jpgPengapian masih bawaan Excel yang sudah CDI. Tapi, biar putaran mesin lebih enteng, magnet standar yang semula 2,3 kg dipangkas jadi 1,8 kg.

Untuk saluran buang juga enggak mau pakai produk sembarangan, doi mempercayakan knalpot berlabel JL tipe Mark One. "Kelebihan knalpot ini dibuat dari pelat khusus, suara jadi enggak terlalu cempreng," urai Fadli yang harus megeluarkan dana sekitar Rp 3 jutaan untuk satu set knalpot ini.

Mesin sudah apik sektor tampilan juga ikut dibenahi. Biar seperti motor baru, seluruh part bodi yang sudah kusam ikut diganti baru. "Mulai spidometer, sein, kabel bodi, karet-karet dan seluruh list diganti baru. Tentu biar tampilan jadi lebih ngejreng," ujar Fadli.

Biar lebih nyaman dan yahud diajak ngebut, kaki-kaki juga ikut kena restorasi. Sokbreker depan dan belakang diganti baru. Meski pakai sok orisinal keluaran Dan Motor pakai label Kayaba namun Fadli piawai mengemas sok itu tampil jadi seperti sok branded atau bermerek.

Triknya, selongsong sok dilepas, kemudian pegas dibuat telanjang lalu dikelir merah. Baru selanjutnya batang sok yang disiram rona hitam.

Makasih, teng!

DESAIN JOK SPESIAL5824vespa-fadli-axl-4.jpg

Pusat gerak atau dapur pacu alias mesin Excel kini sudah disumpal berbagai komponen full racing. Kurang cocok rasanya kalau masih mengandalkan jok alias alas pantat standar. Apalagi bentuk jok bawaan pabrik yang cupu (culun punya), juga khas seperti roti tawar. Kurang oke! Makanya ogah dipasang.

Untuk menentukan desain jok yang dirasa paling pas, Fadli coba gogling cari beberapa referensi. Paling pas akhirnya disepakati desain jok racing khusus Vespa tipe PX produk SIP. Karena udah enggak sabaran mau nyemplak, singkat kata akhirnya cukup tiru model dan kontur jok.

"Bikin sendiri dan tetap memanfaatkan rangka asli. Hasilnya oke dan mirip," ujar Fadli yang pesan di Andi Jok Racing, Cijantung. Ini spesialis jok Vespa yang juga juragan timnya ketika masih balap Vespa. Wah, kangen-kangenan dong!

Awas! Bentar lagi bakal rame dipakai skuteris yang punya Excel!

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Dunlop TT91 3.00-10
Ban belakang : IRC 3.50-10
Knalpot : JL Mark 1
Cat : Spies Hacker
Pernis : De Beer
Total modif : Rp 35 juta

Yamaha Mio 2004

0 komentar
LOW RIDER NEVER DIE
5829mio-adib-1.jpgLow rider memang terbukti jadi salah satu gaya modif yang cukup abadi buat skubek. Penggemarnya tak pernah surut. Termasuk Ikhya Ulumuddin, bikers Cikarang, Jawa Barat.

Siswa kelas 3 SMU 1 Sukatani, Cikarang ini wujudkan minat modifikasi pada Yamaha Mio 2004 andalannya. “Ide 5830mio-adib-2.jpgdan desain membuat motor seperti ini semuanya dari saya. Dalam membangunnya dibantu teman-teman klub dari Retroholic Cikarang (RHC). Kebetulan saya juga anggotanya,” jujurnya.

Untuk menguatkan kesan low rider, seperti biasa, ubahan yang paling dominan adalah pada kaki-kaki. Pelek custom dan ban mobil Toyota Supra ukuran 185/55X14, jadi pilihannya. Tentu dengan mengakali desain engine mounting yang disesuaikan panjangnya. “Luamayan serasi, dipasang sok belakang punya Jupiter MX,” terangnya.

Geser ke soal desain setang. Cowok yang biasa dipanggil Ulum ini, memilih gaya Jap’s style, dikombinasi lampu besar semata wayang di depan.

Salah satu kekuatan estetika pilihan Ulum adalah soal pemilihan kelir untuk skubek andalnnya ini. “Pilihan warna diambil dari mobil Suzuki Swift. Karena saya kepingin motor terlihat kalem,” lanjut pria yang juga berperawakan kalem ini.

DATA MODIFIKASI

Setang : Variasi
Spidometer : Koso
Knalpot : Custom
Ban Depan : Swallow 120/70
Pelek depan : Custom 5.5 inci
Cat bodi : Burgundy Pearl

Serial Bedah Betik

0 komentar
Serial Bedah Betik (5-ABIS)
TAHAN BANJIR TETAP COOL

5796hal15_serialbetik1.jpgDalam kondisi extreme, Honda Revo Absolute AT mampu melewati genangan air. Tentu tetap ada batasan, yakni dengan ketinggian rata-rata 40 cm. Keistimewaan dari spesies gabungan CVT dan penggerak rantai itu mampu meminimalisasi efek slip pada V-belt yang terdapat pada bak mesin sebelah kanan.

Ini pula yang membedakan engine skubek dan betik alias bebek matik. Jika skubek di sisi kanan terdapat kipas pendingin mesin5797hal15_serialbetik2.jpg yang berhubungan dengan magnet. Kipas menangkap dan mengalirkan udara ke blok dan kepala silinder agar lebih dingin tertiup hembusan angin.

Di betik, tidak dilengkapi kipas. Sebab di bak mesin kanan disesaki komponen drive pulley atau puli penggerak dan driven pulley atau puli yang digerakkan. Padahal di bebek, bak mesin kanan terdapat kopling sentrifugal dan rumah kopling.

“Meski tak memiliki kipas layaknya skubek, suhu mesin Revo Absolute AT relatif lebih stabil digeber lama. Apalagi kepala dan blok silinder tetap terbuka, sehingga mudah terkena hembusan angin,” terang Sarwono Edhi, Technical Service Training Development PT Astra Honda Motor (AHM).

5798hal15_serialbetik3.jpgMakanya lihat diagram atau gambar potongan mesin, pendinginan mesin bagian tengah atau di crankcase hanya melalui sirkulasi udara dari puli. Tentunya ada saluran untuk udara masuk juga keluar.

Melalui slang udara atau inlet of cold air yang diamaternya cukup besar, udara masuk dan diisap serta disalurkan drive pulley. Saluran ini bisa dilihat tepat berada di tengah atas cran kcase depan.

Kemudian udara itu disalurkan lagi ke bagian driven puli yang masih satu ruangan. Lalu sisa pendinginan udara dibuang melalui outlet of cold air yang letaknya di belakang saluran udara masuk.

“Debit udara yang diisap masuk dan yang dibuang sama saja. Lantaran diameter pipa inlet of cold air dan outlet of cold air sama. Sedang kecepatan udara yang masuk dan keluar tergantung puli berputar,” imbuh bapak dari Honda Training Center di Sunter II, Jakarta Utara.

Lantas yang membuat Revo Absolute AT tahan air dan tetap dingin, itu karena ruang bak mesin benar-benar rapat. Belum lagi pipa lubang inlet dan outlet yang diikat klem mengarah ke atas atau ke rangka.

AIR MINERAL BOTOL

0 komentar

MATAHARI KURANGI KUALITAS AIR

5792panas-boyo.jpgPasti sering lihat pengendara bawa botol air meneral di motornya? Botol yang mungkin baru dibeli itu nempel di bagian motor dengan tempat dudukan sendiri. Botol itu pasatinya mengikuti si empunya ke mana ia berkendara.

Saat cuaca panas botol plastik air mineral terkena sengatan panas. Kepikiran nggak kalau efek dari panas matahari itu akan mempengaruhi kualitas air minum yang tersimpan di dalam botol plastik. Walaupun botol dalam keadaan tertutup?

Secara kimia botol plastik air mineral yang terkena panas tidak masalah, asalkan dalam botolnya bersih.Tidak ada perubahan kimia dari bahan botol plastik itu karena panas matahari yang lama. Sebab bahan botol yang dipakai untuk air mineral sudah memiliki standardisasi yang sudah ditentukan pemerintah.

"Menjadi masalah adalah kualitas air minum di dalam botol. Kalau kualitasnya jelek, air mineral mengandung jamur dan bekteri di atas ketentuan standar. Jika jamur dan bakteri terkena panas matahari, akibatnya pertumbuhan bakteri dan jamur bisa jauh lebih cepat. Sehingga kualitas air mineral menurun," terang Drs. Sunardi M.Si, Direktur Laboratorium Afiliasi Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Dari hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerja sama dengan laboratorium Afiliasi UI didapatkan seperempat merek air mineral yang ada di pasaran kualitasnya jelek. "Kandungan bakterinya sepuluh kali lipat dari batas normal," lanjut Sunardi yang ogah menyebut merek air mineral yang kualitasnya buruk itu.Dari hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerja sama dengan laboratorium Afiliasi UI didapatkan seperempat merek air mineral yang ada di pasaran kualitasnya jelek. "Kandungan bakterinya sepuluh kali lipat dari batas normal," lanjut Sunardi yang ogah menyebut merek air mineral yang kualitasnya buruk itu.

Sunardi juga meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi soal air mineral yang berkualitas kurang oke dari YLKI. Kalo gitu, ati-ati deh beli air mineral.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Rekondisi Bikin Sempurna

0 komentar


5436sokbocor1.jpgDalam rentang waktu pemakaian yang lama, tentu kerja sok racing sudah enggak maksimal lagi. Misal bocor pada sil, rebound kurang sempurna atau kompresi sudah tidak seperti semula. Tenang, kalo belum bisa beli yang baru, bisa dengan cara rekondisi.

Aan Hermawan, bengkel tunggal motor shock, Jogja, punya solusi. “Sok raacing umumnya memiliki perbandingan 2/3 oli dan 1/3 gas. Kalau sudah usia lama, biasanya rebound jadi cepat.Karena gas pada tabung sok mulai habis,” ucap Aan mengawalinya.

Fungsi sil mulai tidak maksimal dalam menahan beban gesek pada sok. Kalo dibiarkan terlalu lama, kebocoran oli bisa menyebabkan rusak pada as sok. “Kan banyak debu yang nempel pada as sok saat terjadi kebocoran oli,” terangnya.

Penanganan pertama bisa diganti pakai as buat monosok ukuran 12,5 mm. “Sil relatif banyak di toko onderil. Bisa pakai ukuran 12,5-37,” paparnya.
5437sokbocor2.jpg
Jika sil dan as sudah diganti, berarti sistem kerja sok juga mengalami perubahan. “Yaitu sistemnya pakai oli semua. Soalnya gas yang sudah hilang tidak bisa diisi lagi,” lanjut Aan.

Langkah perubahan sistem dimulai dari ubahan bagian piston di dalam tabung sok atau sirkulasi oli. Tentu agar turunya sok cepat, perubahan sirkulasi saluran oli tergantung kebutuhan.

Misal, jenis motor dan bobot pengendara. Demikian juga perubahan pada piston as-nya. “Tergantung kebutuhan. Logikanya, jika sirkulasi semakin berkurang, rebound semakin berat. Jadi, tinggal kekentalan oli yang disesuaikan,” tambahnya.

JANGAN SERING DIBONGKAR

0 komentar


581901.jpgBongkar karburator udah jadi ritual wajib saat servis. Tapi, kata Erwin Oey, mekanik Honda Aries Motor, ritual ini tak usah kerap dilakukan. Ada cara lebih efektif dan mudah."Servis karbu sampai bongkar cuma diperlukan jika ada jalur bensin mampet. Dan, gak bisa dibersihin atau diperbaiki dari luar. Selain karena masalah ini, servis karbu cukup setel setingan anginnya," jelas Erwin yang biasa disapa Akiang itu.

Alasan lain, selama karbu dilengkapi filter, tak banyak kotoran menyusup. Lagipula, sering bongkar bisa bikin derat baut-baut karbu slek atau bahkan dol. Juga karet sil jadi cepat longgar.

"Jika tak ada kejadian parah, seperti kemasukan banyak kotoran debu atau air, seting karbu itu gak cepat berubah. Kecuali, diutak-atik sembarangan," tegas Akiang.
582002.jpg
Pebengkel di Ciputat, Tangerang itu tawarkan solusi mudah dan murah. Karena prosesnya gak banyak waktu dan tenaga serta tak usah ke bengkel.

Step kesatu, jika pake filter bensin antara tangki dengan karbu, rajinlah ngecek. Jika kotor, bersihkan atau ganti.

"Jika tanpa filter bensin. Kudu rajin buang bensin di mangkuk karbu, 2 atau 3 hari sekali. Atau tiap isi bensin full tank. Caranya, tinggal kendurkan baut pembuangan di mangkuk," cetus Akiang.

Kotoran bensin numpuk di dasar mangkuk karbu. Jika dicuekin terisap lewat pilot dan main-jet, akan menyumbat. Kebiasaan isi bensin saat di tangki tinggal cadangan berisiko ngumpulin kotoran.

Ketiga, bersihin saluran udara di congor karbu dengan cairan pembersih karbu. Caranya, lepas karet penyambung karbu dengan boks filter, lalu semprot semua lubangnya sambil hidupkan mesin.

Dengan begini, karbu akan selalu sehat dan tanpa sering dibongkar.

MANFAATKAN PART BEKAS

0 komentar

5818footstep-yudi.jpgPemakai Honda Blade untuk kompetisi tapi punya dana terbatas musti putar otak kalau mau adopsi footstep racing kualitas wahid. Maksudnya, pijakan kaki balap nggak harus spesialis milik Blade, tapi bisa comot footstep bekas motor bebek merek lain.

“Footstep racing khusus buat Blade paling murah Rp 650 ribu, bermaterial duralium juga jarang di pasaran. Mending pakai footstep yang ada lalu tinggal sesuaikan braketnya,” jelas Iman Firdaus, mekanik Mentari Jaya Racing Team (MJRT), Jakarta Timur.

Artinya, dana minimal Rp 650 ribu enggak musti dikeluarkan hanya untuk footstep racing. Kata Iman, ambil aja footstep kompetisi untuk bebek apa aja, lalu dirancang ulang dudukannya.

Dilansir Iman, sebenarnya yang beda cuma pada braketnya aja. Makanya doi ambil footstep Yamaha Jupiter-Z bekas. Braket itu dibikin dari pelat yang panjangnya disesuaikan lubang baut di rangka Blade. Tepatnya footstep bekas Jupiter-Z dengan ketebalan 8 mm. Panjangnya sekitar 28 sampai 30 cm.

“Footstep yang sudah dibaut ke braket jangan dipasang dulu ke rangka. Kasih dumper sebelum braket dipasang,” ujar Iman yang bermarkas di Jl. Jati Perwira, Jakarta Timur.

Saran Iman, waktu kasih dumper minimal berbahan duralium. Tebalnya 13 mm yang dibentuk seperti bujursangkar. “Maksudnya biar getaran nggak langsung terasa ke kaki. Sebab kalau braket langsung dibaut ke rangka kasihan pembalap,” ungkap Iman.

Trik memanfaatkan footstep yang bukan peruntukannya itu juga bisa diterapkan ke bebek lain. Paling enggak pijakan bekas tadi bisa bermanfaat dan juga menghemat pengeluaran.